Rabu, 16 Desember 2015

Sejarah SABILUSH SHOLIHIN

SEJARAH SABILUSH SHOLIHIN
    Sabilush Sholihin adalah lembaga yayasan dakwah Islam.Pada awalnya Sabilush Sholihin bukan nama yang sesungguhnya melainkan nama yang sesungguhnya yaitu ‘’At-Ta’awun ‘’  yang artinya “Tolong-menolong” Nama tersebut diberikan Oleh kiyai Banyu Anyar (kiyainya Bpk.Drs.Muhammad Mansur,SH).                                                        
  Dan waktu demi waktu Bpk.Drs.Muhammad Mansur,S.H berinisiatif untuk mendirikan lembaga yayasan Pendidikan Dakwah Islam yang beliau beri nama “Sabilush Sholihin” yang memiliki arti “jalannya orang-orang yang soleh’’ .
    Sabilush Sholihin berdiri pada 28 November 1991 yang terletak di desa Pedeng kecamatan Socah kabupaten Bangkalan yang memiliki letak strategis yaitu dipinggir jalan raya.                                                                                                                                                                                              Sabilush sholihin mengelola MDW (Madrasah  diniyah Wustho ), MDA ( Madrasah Diniyah Awaliyah ), TK/TPA ( Taman Kanak-kanak /taman pendidikan Al-Quran ) & Raudhotul Atfal (RA), Setelah  itu tahun demi tahun dilalui beliau untuk  mendirikan SMP ( Sekolah Menengah Pertama ) Sabilush Sholihin pada tahun 2010.  
TUJUAN :
   Salah satu tujuan khusus di dirikannya Sabilush Sholihin yaitu untuk melayani masyarakat dalam hal dakwah dan pendidikan dan tujuan secara umumnya yaitu mengacu pada perekonomian masyarakat, kesehatan masyarakat,dan kegiatan sosial lainnya.
YANG IKUT SERTA MENDUKUNG:
   Banyak yang mendukung diantaranya : yang pertama dari keluarga yaitu Istrinya yang bernama Ny.Luamah beliau sangat mendukung dan beliaulah juga yang selalu menemani sang suami untuk memperjuangkan pendidikan walaupun pada waktu itu dalam keadaan susah dan dengan jerih payah dan juga menemaninya sampai titik akhir perjuangan.Beliau hanya bisa sabar dan tabah, yang kedua yaitu Masyarakat sekitar yang juga menyemangatkan Bapak Mansur.
PROSES PEMBANGUNAN  :
  Proses pembangunannya di laksanakan secara bertahap dan secara sederhana ( Permanen & tidak Permanen ) dari swadaya sendiri.
RESPON MASYARAKAT SEKITAR :
   Tanggapan dan respon masyarakat berawal dari acuh tak acuh yang kemudian berkembang menjadi positif.     
VISI & MISI :  
VISI : Bertaqwa , berakhlak mulia, berprestasi tinggi , kreaktif, dedaktif,  berwawasan lingkungan dan cinta tanah air.


MISI :
1.      Menyiapkan generasi yang taat dalam beragama ,ber Bangsa, dan ber Negara.
2.       Mengembangkan pembelajaran yang aktif ,obyektif , kreatif dan inovatif.
3.      Membangun kehidupan sekolah yang demokratis dan berkarakter kebangsaaan.
4.      Mengembangkan minat bakat dan prestasi siswa.
5.      Menciptakan lingkungan sekolah yang rapi, rindang ,aman dan nyaman.
6.      Menumbuhkan sikap toleransi baik didalam maupun diluar serkolah.


   Dengan tercapainya tujuan tersebut sekarang SMP Sabilush Sholihin sudah mewisudai tiga angkatan siswa diantaranya:
Angkatan pertama sebanyak : 22  siswa
Angkatan ke dua sebanyak :17 siswa
Angkatan ke tiga sebanyak :11  siswa
Dan Alhamdulillah sekarang siswanya semakin meningkat diantaranya : 25 siswa kelas VII, 35 siswa  kelas VIII dan 13 siswa kelas IX dan insya Allah nantinya akan lebih banyak siswa lagi dan tentunya siswa yang berkualitas tinggi.
   Setelah itu pada tahun 2014 Beliau mendirikan SMA Sabilush Sholihin yang sekarang memiliki 12 siswa kealas X dan 13 siswa kelas XI.Dan beliau juga memiliki niat untuk mendirikan perguruan tinggi.
PRESTASI YANG DIRAIH OLEH SISWA /I SMP SERTA SMA:
Banyak prestasi yang di raih diantara( SMP) :
·         Juara III melukis
·         Juara harapan III MAPEL Matematika
·         Juara harapan III Membaca Puisi
·         Juara I Story Telling
·         Juara II Membaca Puisi
·         Juara II Story Telling
·         Juara harapan III membaca puisi

   Dan SMA juga membawa Prestasi Yaitu Juara Lomba MAPEL Matematika harapan III. Dan semoga sekarang dan nantinya akan mendapatkan prestasi yang lebih baik dari sebelumnya dan menciptakan siswa yang bermanfaat bagi orang lain, karena orang yang baik itu adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
 TERDAPAT PONDOK PESANTREN AT-TA’AWUN
     Didalam YASPENDAKI  Sabilush Sholihin selain terdapat TK, MD sederajat, SMP sederajat,dan SMA sederajat juga terdapat Pondok Pesantren  Yaitu At-Ta’awun ,didalam PONPES tersebut bawalnya terdapat beberapa santri putra dan 3 santri putri. Meskipun sedikit santri yang beliau didik beliau tidak pernah berhenti memberi arahan atau nasihat-nasihat yang akan memberi manfaat bagi santri nya.Beliau mengajarkan hal-hal yang pernah beliau lakukan dimasa beliau mondok karena pada saat beliau mondok banyak keresahan yang dialami dan juga banyak hal-hal positif yang membuatnya sukses  dalam hal apa saja. Yang sering beliau katakan pada santrinya yaitu :
 SUKSES STUDY
 SUKSES MENGABDI                                                                                                                               kata tersebut dijadikan patokan untuk belajar bagi santinya khususnya saya sendiri.

Dan sekarang santri yang terdapat di PONPES At-Ta’awun semakin banyak.   

Rabu, 09 Desember 2015

Biografi Pangeran Diponegoro

Biografi Pangeran Diponegoro
Berkas:Prince Diponegoro of Java.jpg

 Beliau dilahirkan di Yogyakarta, 11 November 1785. Ia  meninggal pengasingannya di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun. Beliau adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Makamnya berada di Makassar. Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Bendoro Raden Mas Ontowiryo. 

Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak keinginan ayahnya, Sultan Hamengkubuwana III, untuk mengangkatnya menjadi raja. Ia menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri. Diponegoro mempunyai 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.

Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakannya terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Cara perwalianseperti itu tidak disetujui Diponegoro.

Riwayat perjuangan
Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, beliau memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu,
Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong.

Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden. Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830.

Penangkapan dan pengasingan 
16 Februari 1830 Pangeran Diponegoro dan Kolonel Cleerens bertemu di Remo Kamal, Bagelen (sekarang masuk wilayah Purworejo). Cleerens mengusulkan agar Kanjeng Pangeran dan pengikutnya berdiam dulu di Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock dari Batavia.

28 Maret 1830 Diponegoro menemui Jenderal de Kock di Magelang. De Kock memaksa mengadakan perundingan dan mendesak Diponegoro agar menghentikan perang. Permintaan itu ditolak Diponegoro. Tetapi Belanda telah menyiapkan penyergapan dengan teliti. Hari itu juga Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Ungaran, kemudian dibawa ke Gedung Karesidenan Semarang, dan langsung ke Batavia menggunakan kapal Pollux pada 5 April.

Tanggal 11 April 1830 sampai di Batavia dan ditawan di Stadhuis (sekarang gedung Museum Fatahillah). Sambil menunggu keputusan penyelesaian dari Gubernur Jenderal Van den Bosch. 30 April 1830 keputusan pun keluar. Pangeran Diponegoro, Raden Ayu Retnaningsih, Tumenggung Diposono dan istri, serta para pengikut lainnya seperti Mertoleksono, Banteng Wereng, dan Nyai Sotaruno akan dibuang ke Manado. tanggal 3 Mei 1830 Diponegoro dan rombongan diberangkatkan dengan kapal Pollux ke Manado dan ditawan di benteng Amsterdam.

1834 dipindahkan ke benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan. pada tanggal 8 Januari 1855 Diponegoro wafat dan dimakamkan di kampung Jawa Makassar. Dalam perjuangannya, Pangeran Diponegoro dibantu oleh puteranya bernama Bagus Singlon atau Ki Sodewo. Ki Sodewo melakukan peperangan di wilayah Kulon Progo dan Bagelen.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnZYlTnN4Jb3IkoFPpPwmRdcFHwEiSZZM44V46CsuMm41lgGpszu3p2bvCskO4dTndAD7rg30rhLsKlWmku4tMGDwg5fotk041q8DGeuIxoveqIyIxoF7ziJ2_t2uVONpbjiUG2E-1BYsV/s320/makam_diponegoro1.jpg

Bagus Singlon atau Ki Sodewo adalah Putera Pangeran Diponegoro dengan Raden Ayu Citrowati Puteri Bupati Madiun Raden Ronggo. Raden Ayu Citrowati adalah saudara satu ayah lain ibu dengan Sentot Prawiro Dirjo. Nama Raden Mas Singlon atau Bagus Singlon atau Ki Sodewo snediri telah masuk dalam daftar silsilah yang dikeluarkan oleh Tepas Darah Dalem KeratonYogyakarta. 

Perjuangan Ki Sodewo untuk mendampingi ayahnya dilandasi rasa dendam pada kematian eyangnya (Ronggo) dan ibundanya ketika Raden Ronggo dipaksa menyerah karena memberontak kepada Belanda. Melalui tangan-tangan pangeran Mataram yang sudah dikendalikan oleh Patih Danurejo, maka Raden Ronggo dapat ditaklukkan. Ki Sodewo kecil dan Sentot bersama keluarga bupati Madiun lalu diserahkan ke Keraton sebagai barang bukti suksesnya penyerbuan.

Ki Sodewo yang masih bayi lalu diambil oleh Pangeran Diponegoro lalu dititipkan pada sahabatnya bernama Ki Tembi. Ki Tembi lalu membawanya pergi dan selalu berpindah-pindah tempat agar keberadaannya tidak tercium oleh Belanda. Belanda sendiri pada saat itu sangat membenci anak turun Raden Ronggo yang sejak dulu terkenal sebagai penentang Belanda. Atas kehendak Pangeran Diponegoro, bayi tersebut diberi nama Singlon yang artinya penyamaran.

Keturunan Ki Sodewo saat ini banyak tinggal di bekas kantung-kantung perjuangan Ki Sodewo pada saat itu dengan bermacam macam profesi. Dengan restu para sesepuh dan dimotori oleh keturunan ke 7 Pangeran Diponegoro yang bernama Raden Roni Muryanto, Keturunan Ki Sodewo membentuk sebuah paguyuban dengan nama Paguyuban Trah Sodewo. Setidaknya Pangeran Diponegoro mempunyai 17 putra dan 5 orang putri, yang semuanya kini hidup tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jawa, Sulawesi & Maluku.

                                              http://www.biografiku.com/2011/09/biografi-pangeran-diponegoro.html

Kamis, 26 November 2015

Biodata

Assalamualaikum Wr.Wb
 Nama saya shofiyeh biasa dipanggil Shofi,saya lahir di Banglades tepatnya di Pataonan pada:17April 1999 hobi saya membaca apa saja yang penting bermanfaat dan tidak membosankan dan juga menonton televisi termasuk juga hobi saya.Pendidikan saya saat ini yaitu masih duduk dibangku SMA,dan saya berasal dari keluarga sederhana tapi saya sangat senang walaupun saya berasal dari keluarga yang sederhana meskipun begitu saya senang dimasa kecil dan sangat -sangat bahagia. dan sekarang waktunya saya menuntut ilmu jadi, saya tidak akan main-main lagi tapi...kalau tidak main -main juga sih membosankan.
pendidikan saya dari kecil di SDN pataonan 04,SMP di sabilush sholihin pedeng socah (SMP DAN SMA)

sudah dulu ya...saya mau sholat  da.....
Wassalamualaikum Wr.Wb